Wall Street dibuka flat di New York
Mayoritas saham yang diperdagangkan di bursa AS bergerak flat pada
awal transaksi hari ini (26/9) di New York. Pada pukul 09.33 waktu New
York, indeks Standard & Poor's 500 turun 0,1% menjadi 1.440,43.
Kemarin, indeks acuan AS ini terpangkas hingga 1,1%. Salah satu
sebabnya adalah investor kembali mencemaskan krisis utang Eropa yang
semakin memburuk.
"Pelaku pasar saat ini mulai menghadapi kenyataan mengenai kondisi makroekonomi yang sebenarnya. Ada risiko yang signifikan bahwa program quantitative easing yang diluncurkan bank sentral global, membuat pelaku pasar semakin menyadari bank sentral sudah putus asa dan ini merupakan situasi yang sangat serius," papar Andreas Utermann, global chief investment officer Allianz Global Investors di London.
Sekadar mengingatkan, kemarin, bursa global ramai-ramai dilanda aksi jual. Kondisi itu terjadi setelah Jerman, Belanda, dan Finlandia menyatakan bahwa Spanyol harus menanggung sendiri masalah yang terjadi pada perbankan mereka. Sementara itu, Bank of Spain bilang, perekonomian negaranya jatuh dalam pada kuartal tiga.
"Pelaku pasar saat ini mulai menghadapi kenyataan mengenai kondisi makroekonomi yang sebenarnya. Ada risiko yang signifikan bahwa program quantitative easing yang diluncurkan bank sentral global, membuat pelaku pasar semakin menyadari bank sentral sudah putus asa dan ini merupakan situasi yang sangat serius," papar Andreas Utermann, global chief investment officer Allianz Global Investors di London.
Sekadar mengingatkan, kemarin, bursa global ramai-ramai dilanda aksi jual. Kondisi itu terjadi setelah Jerman, Belanda, dan Finlandia menyatakan bahwa Spanyol harus menanggung sendiri masalah yang terjadi pada perbankan mereka. Sementara itu, Bank of Spain bilang, perekonomian negaranya jatuh dalam pada kuartal tiga.





