IMF Bagi-Bagi Sisa Laba Penjualan Emas
Dewan Eksekutif International Monetery Fund (IMF) setuju untuk
membagikan sisa keuntungan penjualan emas pada musim gugur kemarin. Sisa
keuntungan tersebut, mencapai USD2,7 miliar.
Mengutip siaran pers yang diterbikan IMF, Sabtu (29/9/2012), Dewan Eksekutif (IMF) setuju membagikan hasil penjualan emas sebesar Special drawing rights (SDRs) 1,75 miliar, atau setara dengan USD2,7 miliar). Keuntungan ini, merupakan bagian dari strategi untuk meningkatkan pinjaman lunak IMF pada negara berpenghasilan rendah.
Penjualan tersebut sudah termasuk SDR 700 juta, atau USD1,1 miliar, yang telah disetujui untuk operasi serupa selama krisis keuangan global.
"Ini adalah langkah besar untuk menempatkan operasi pinjaman lunak bagi negara berpenghasilan rendah pada pertumbuhan yang berkelanjutan," kata Direktur Pelaksana IMF, Christine Lagarde, dalam siaran persnya.
"Selama krisis keuangan 2009, kami mampu meningkatkan bantuan keuangan kepada negara berpenghasilan rendah, membantu mereka menghadapi badai dan perjuangan mereka melawan kemiskinan. Strategi oleh Dewan Eksekutif IMF ini memastikan negara anggota berpenghasilan rendah menyerap goncangan di masa depan, dan mendukung upaya mereka untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang kuat dan berkelanjutan," tambah dia.
Sisa keuntungan SDR 1,75 miliar ini, akan di distribusikan ke negara-negara anggota IMF, sesuai dengan proporsi kuota saham mereka. Ini dilakukan dalam rangka meningkatkan program mengurangi kemiskinan dan meningkatkan pertumbuhan (Poverty Reduction and Growth Trust/PRGT), salah satu sasaran pinjaman lunak IMF.
Distribusi tersebut diberikan hanya kepada para anggota yang telah memberikan jaminan bahwa setidaknya 90 persen dari keuntungan tersebut didistribusikan pada profram PRGT tersebut. Sampai saat ini, jaminan tersebut telah mencapai 87,4 persen dari distribusi dari ambang batas 90 persen.
Di sisi lain, pemberikan SDR 700 juta ini telah disetujui untuk distribusikan sebagai paket pembiayaan PRGT pada 2009. Dana ini digunakan untuk meningkatkan kapasitas pinjaman lunak selama periode 2009-2014.
IMF menjual 403,3 metrik ton emas pada 2009-2010 sebagai bagian dari rencana untuk mencari jaminan pendanaan jangka panjang. IMF melalui operasi penciptaan endowmen, menggunakan keuntungan dari SDR 4,4 miliar atau setara USD6,8 miliar.
Harga emas dunia yang tinggi selama periode penjualan, di atas USD850 per troy ons menghasilan rejeki nomplok. Sekira SDR 2,45 miliar atau sekitar USD3,8 miliar dana tersebut masuk ke kantong IMF karena tingginya harga emas.
Mengutip siaran pers yang diterbikan IMF, Sabtu (29/9/2012), Dewan Eksekutif (IMF) setuju membagikan hasil penjualan emas sebesar Special drawing rights (SDRs) 1,75 miliar, atau setara dengan USD2,7 miliar). Keuntungan ini, merupakan bagian dari strategi untuk meningkatkan pinjaman lunak IMF pada negara berpenghasilan rendah.
Penjualan tersebut sudah termasuk SDR 700 juta, atau USD1,1 miliar, yang telah disetujui untuk operasi serupa selama krisis keuangan global.
"Ini adalah langkah besar untuk menempatkan operasi pinjaman lunak bagi negara berpenghasilan rendah pada pertumbuhan yang berkelanjutan," kata Direktur Pelaksana IMF, Christine Lagarde, dalam siaran persnya.
"Selama krisis keuangan 2009, kami mampu meningkatkan bantuan keuangan kepada negara berpenghasilan rendah, membantu mereka menghadapi badai dan perjuangan mereka melawan kemiskinan. Strategi oleh Dewan Eksekutif IMF ini memastikan negara anggota berpenghasilan rendah menyerap goncangan di masa depan, dan mendukung upaya mereka untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang kuat dan berkelanjutan," tambah dia.
Sisa keuntungan SDR 1,75 miliar ini, akan di distribusikan ke negara-negara anggota IMF, sesuai dengan proporsi kuota saham mereka. Ini dilakukan dalam rangka meningkatkan program mengurangi kemiskinan dan meningkatkan pertumbuhan (Poverty Reduction and Growth Trust/PRGT), salah satu sasaran pinjaman lunak IMF.
Distribusi tersebut diberikan hanya kepada para anggota yang telah memberikan jaminan bahwa setidaknya 90 persen dari keuntungan tersebut didistribusikan pada profram PRGT tersebut. Sampai saat ini, jaminan tersebut telah mencapai 87,4 persen dari distribusi dari ambang batas 90 persen.
Di sisi lain, pemberikan SDR 700 juta ini telah disetujui untuk distribusikan sebagai paket pembiayaan PRGT pada 2009. Dana ini digunakan untuk meningkatkan kapasitas pinjaman lunak selama periode 2009-2014.
IMF menjual 403,3 metrik ton emas pada 2009-2010 sebagai bagian dari rencana untuk mencari jaminan pendanaan jangka panjang. IMF melalui operasi penciptaan endowmen, menggunakan keuntungan dari SDR 4,4 miliar atau setara USD6,8 miliar.
Harga emas dunia yang tinggi selama periode penjualan, di atas USD850 per troy ons menghasilan rejeki nomplok. Sekira SDR 2,45 miliar atau sekitar USD3,8 miliar dana tersebut masuk ke kantong IMF karena tingginya harga emas.





