Berita Terbaru :
|

Bagikan Berita
Aset Perbankan Surakarta Capai Rp44 T

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Solo mengumumkan total aset perbankan wilayah eks karesidenan Surakarta pada Agustus 2012 mencapai Rp44,04 triliun. Angka ini berarti aset perbankan mengalami pertumbuhan sebesar 31,12 persen secara year on year (yoy).

“Pertumbuhan total aset perbankan terutama berasal dari meningkatnya Dana Pihak Ketiga (DPK) atau simpanan masyarakat yang mencapai Rp33,54 triliun atau tumbuh 27,98 persen (yoy),” ungkap Kepala Perwakilan BI Solo Eko Purwanto saat dikonfirmasi okezone terkait perkembangan asset perbankan di wilayah eks karesidenan Surakarta, di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (29/9/2012).

Eko Purwanto mengatakan, bila ditinjau dari komponennya, simpanan masyarakat paling banyak adalah dalam bentuk tabungan yang mempunyai pangsa sebesar 52,96 persen dari DPK atau mencapai Rp17,76 triliun, kemudian disusul deposito dengan pangsa sebesar 31,95 persen atau sebesar Rp10,71 triliun. “Dan yang terakhir adalah giro dengan pangsa sebesar 15,09 persen atau sebesar Rp5,06 triliun,” jelasnya.

Dengan pertumbuhan DPK yang cukup bagus, perbankan lebih leluasa dalam menyalurkan kreditnya. Outstanding kredit perbankan pada Agustus 2012 mencapai Rp34,49 triliun atau tumbuh 23,71 persen (yoy). “Dari jumlah kredit perbankan tersebut, sebesar 38,39 persen dari total kredit atau sebesar Rp13,24 triliun disalurkan kepada 404.515 debitur Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM),” jelasnya.

Eko Purwanto mengatakan bahwa kalangan UMKM yang sudah feasible namun belum bankable pun semakin mudah mengakses pembiayaan bank melalui fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang diprogramkan pemerintah. “Outstanding KUR pada Agustus 2012 mencapai Rp986 miliar atau tumbuh 40,91 persen (yoy) yang diberikan kepada 94.418 debitur,” jelasnya.


Baca Juga :


Posted by Anonim on 08.45. Filed under , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response
comments powered by Disqus

Komentar Baru

Update Terbaru