Sapi Mengamuk Saat Hendak Dipotong
Seekor sapi yang akan dikurbankan milik Cahyo, warga Jalan Mawar 4,
Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat,
mengamuk dan melarikan diri ketika hendak dipotong.
“Saya lihat sapi berontak ketika hendak dipotong dan terlepas dari
ikatan sehingga langsung kabur,” kata warga setempat Suwandi ketika
menyaksikan peristiwa tersebut, Jumat (26/10)
Menurut dia karena kuatnya tenaga sapi tersebut dan tidak siapnya
warga yang memegang sapi tersebut, sapi tersebut terlepas dan melarikan
diri hingga masuk ke perumahan warga tanpa bisa dihentikan.
Panitia kurban RW04 Keluruhan Depok Jaya kesulitan menghentikan sapi
tersebut dan harus menggunakan becak untuk mengejar dan melumpuhkannya.
“Cukup jauh larinya sampai mencapai 500 meter baru bisa dilumpuhkan dan
dipotong langsung di tempat tersebut,” jelasnya.
Untuk membawa kembali sapi kurban milik Cahyo tersebut di kantor RW4
panitia kurban menggunakan gerobak sampah yang telah disiapkan
sebelumnya.
Dikatakannya warga setempat juga terkejut dengan “larinya” sapi
tersebut, dan beruntung tidak ada korban ketika sapi tersebut mengamuk
di perumhan warga yang cukup padat tersebut.
“Untung saja tidak ada anak kecil yang main sepeda atau pengendara sepeda motor yang diseruduk sapi tersebut,” jelasnya.
Sementara itu hasil pemeriksaan dan pengawasan Pemerintah Kota Depok
terhadap kesehatan 14.458 ekor hewan kurban (6.646 sapi, 5.830 kambing,
1.957 domba, dan 25 kerbau) di tingkat pedagang yang berjumlah 194
lapak, sebanyak 14 ekor hewan kurban diantaranya mengalami gangguan
pencernaan.
Selanjutnya 131 ekor sakit mata, 26 ekor sakit kulit, 15 ekor flu, 106 ekor sakit orf, 15 ekor cacat, dan 26 ekor kurus.
Penyakit tersebut bersifat ringan dikarenakan stres dalam perjalanan
jauh, hewan terlalu lama di lapak, dan lapak yang tidak memadai (hewan
kepanasan dan kehujanan).
“Hasil pemeriksasan tidak menemukan pemyakit zoonosis (penyakit hewan
yang dapat menular kepada manusia),” kata Plt Kepala Dinas Pertanian,
Peternakan, dan Perikanan (Distanak) Kota Depok, Zalfinus Irwan
Baca Juga :
- Serang Waria, Polisi Panggil FPI Depok
- Jadi Kota Hunian, Depok Stop Izin Industri
- Ratusan Pelajar Depok Deklarasi Antitawuran
- Sapi Mengamuk Saat Hendak Dipotong
- Cadangan Energi Menipis, Pemerintah Galakkan Konservasi Energi
- Bisnis Keluarga, Pilar Penting Ekonomi Asia
- Banjir Landa Empat Kabupaten
- Ini Pejabat Baru Bireuen
- Penculik Bayi di Depok Ditangkap
