Masyarakat Nelayan Memanfaatkan Tenaga Matahari sebagai Energi Alternative
Bersama Reef Check Indonesia (RCI), masyarakat nelayan Kec. Tejakula, Buleleng mengembangkan energi alternatif panel surya sebagai sumber energi di kehidupan sehari-hari mereka.
Aktivitas memancing ikan pelagis biasanya dilakukan siang (di Rumpon)
maupun malam hari. Saat malam hari mereka (nelayan) menggunakan lampu
penerangan untuk menarik ikan. Dengan tingginya harga bahan bakar,
banyak nelayan mengeluhkan karena borosnya genset sebagai penyuplai
listrik untuk lampu.
“Setidaknya membutuhkan 35 ribu – 50 ribu sekali melaut (untuk
membeli bahan bakar untuk genset), belum termasuk bahan bakar untuk Jukung
(perahu tradisional Bali).” Ungkap Made Darmika, Ketua Kelompok Nelayan
yang juga salah satu motor kegiatan pelestarian terumbu karang di desa
Tejakula.
Menurut Made Darmika yang juga biasa dipanggil Ket, “Ide ini bagus! Harus berani modal di awal, namun selanjutnya kita memanfaatkan kekayaan alam (sinar matahari) yang gratis!”
Solar panel dipasang di balai kelompok sebagai tempat isi ulang
tenaga listrik / charging battery, dimana nelayan diharuskan untuk
selalu mengisi ulang battery setelah digunakan untuk melaut supaya lampu
bisa kembali menyala.
“Saya mengisi ulang aki (battery) supaya lampu di jukung saya bisa kembali menyala untuk melaut. Ini mudah dan seperti prinsip telepon (Mobile Phone), kalau mau habis ya di-cas.”
Dengan panel surya, berarti bensin yang dibutuhkan berkurang serta
mengurangi biaya bagi nelayan dan tentunya lebih ramah lingkungan.
Kegiatan ini juga memberikan pengetahuan kepada masyarakat bahwa sumber
daya energi dari matahari cukup melimpah dan bisa dimanfaatkan.
RCI melalui Derta Prabuning – Bag. Pengembangan Program, mengatakan
bahwa kegiatan percontohan ini cukup menarik bagi para nelayan sehingga
diperlukan sosialisasi lebih lanjut sehingga kedepannya dapat mendukung
mata pencaharian mereka.
“Semoga melalui kegiatan yang bersifat percontohan ini dapat menjadi
secercah harapan mahalnya bahan bakar untuk operasional kegiatan
masyarakat, yang sebenarnya jawabnya ada di sekitar kita, yaitu sinar
matahari yang gratis.” Ungkapnya



