Berita Terbaru :
|

Bagikan Berita
KPK Diminta Bersikap Sportif




Ketua Umum Peradi Otto Hasibuan, meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghormati perjanjian yang ditelah disepakati dengan Mabes Polri dan Kejaksaan Agung.

"Jadi saya berharap pada  KPK, hormatilah perjanjian itu. Kalau KPK tidak mau menghormati. Batalkanlah perjanjian itu. Jadi kita sportif, sebagai seorang pemimpin kita sportif," kata Ketua Umum Peradi Otto Hasibuan di Bareskrim Mabes Polri Jakarta, Selasa (11/9/2012).

Suatu kesepakatan, lanjut Otto, Kalau anda tidak mau, tidak suka kesepakan itu, batalkan. Nah sampai sekarang itu tidak dibatalkan. Jadi polri mengambil positif selama kesepakatan itu ada, mereka memegang kesepakatan ini. Perlu diingat ada pihak ketiga saat ini. Yaitu Jaksa Agung, Jaksa Agung masih terikat dengan perjnajian ini. "Harapan saya mengatakan, polisi teruskan saja pemeriksaannya serahkan pada jaksa agung," tegasnya.

Kuasa hukum Mabes Polri ini menjelaskan, adanya kesepakatan di antara Polri-KPK, jauh dilakukan sebelum mencuatnya kasus korupsi proyek Simulator SIM.

"Diperinci semua hak-hak dan kewajiban di sana. Mereka berjanji kalau ada kasus seperti ini, harus diselesaikan dengan cara seperti ini. Begitulah bentuk kesepakatan. Jadi jauh sebelum terjadi mereka sudah memperhitungkan adanya polemik ini.

Jadi, tutur Otto, disadari sejak kesepakan oleh mereka. Nah ternyata betul terjadi. Setelah betul terjada ternyata enggak bisa perjanjian ini dipakai. Kan enggak baik itu.

"Kita lihat, kalau jaksa agung nerima urusan selesai, kalau jaksa agung tidak menerima, ini jadi persoalan lagi. Tapi harapan saya tentunya Kejaksaan Agung harus menerima karna dia tunduk dan taat pada perjanjian yang dia buat," tukasnya.


Baca Juga :


Posted by Anonim on 05.46. Filed under , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response
comments powered by Disqus

Komentar Baru

Update Terbaru