Bom di Depok Tak Sengaja Diledakan
"Karena bukan dalam artian diledakkan. Diduga kesalahan teknis,
kemungkinan belum akan diledakkan," ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya
Kombes Pol Rikwanto, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (9/9).
Kendati demikian, hal tersebut masih terus ditelusuri. Yang jelas,
jika dari hitungan kekuatan Bom yang meledak tersebut berdaya lemah.
"ini berdaya ledak rendah, low explosive," imbuhnya.
Dikatakan Rikwanto, polisi masih meneliti kandungan bom yang meledak. Selain itu, Polisi masih intensif melakukan olah TKP.
"Setelah selesai olah TKP kita sampaikan," ujarnya.
Dikatakan Rikwanto, bom yang meledak di Depok tersebut serupa dengan
bom yang meledak di Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat. Sebab, jenis
Bom tersebut merupakan Bom rakitan berjenis bom pita racikan.
"Itu bom rakitan, jenisnya bom pita racikan," ungkap Rikwanto.
Polisi, sambung Rikwanto, berencana membandingkan DNA pria yang
diduga Thorik yang sedang dirawat di RS Polri dengan keluarga Thorik.
"Masih akan dilakukan tes DNA," tandasnya.
Sementara itu, Kadiv Humas Polri, irjen Anang Iskandar melalui pesan
singkatnya mengatakan ledakan besar yang berasal dari sebuah bom
rakitan, menghancurkan sebuah bangunan yang terdiri dari tiga petak
kontrakan, di Jl Nusantara No 63, RT 04/13, Beji, Depok, Sabtu (8/9)
pukul 21.05 WIB. Lokasi meledaknya Bom diketahui Yayasan Yatim Piatu
Pondok Bidara.
"Telah terjadi ledakan dengan bunyi ledakan radius kl 600 Meter pada
Sabtu 8 September 2012 jam 21.27 Wib Tkp Jln Nusantara rt 04 Rw 013
Nomer 63 Kel Beji Kec Beji, tepatnya Yayasan Yatim Piatu Pondok
bidara," katanya.
Seorang pria mengalami luka parah dengan tangan nyaris buntung dan
badan terbakar akibat ledakan bom tersebut diduga Thorik. Pria itu
diburu akibat ledakan di Tambora, Jakarta Barat.
"Mr. x (identitas masih lidik (luka berat tangan kanan patah, luka
bakar sekitar 50 sd 70%). Selanjutnya korban dibawa ke RS Mitra Keluarga
Jl.Margonda Raya, pd pkl 03.00 Wib korban dirujuk ke RS Kramat Jati,"
jelasnya.
Selain luka berat, ada dua korban dengan luka ringan. Keduanya yakni,
Mulyadi Tofik Hidayat (32) dan Febri Bagus Kuncoro (20). Kedua
berdomisili dibelakang dekat lokasi meledaknya Bom.
"Alamat kontrakan belakang TKP," ujarnya.
Polisi juga tengah memeriksa 5 orang saksi. Mereka warga yang ikut
menjadi korban akibat ledakan itu. Para saksi diperiksa di Mapolres
Depok yakni, Nanut Triaman (62), Bagus Kuncoro (20), Taufik (32,
Wulandari (27), Fajaruddin (27).
"Kronologis kejadian menurut saudara Mulyadi Tofik (Korban), bahwa
pada hari Sabtu 08 September 2012 sekitar pukul 21.00 Wib telah pulang
kerja dari rumah Hj. Dewi di Pondok Kelapa Jaktim, setiba di TKP
korban melihat dua unit motor Honda Grand yg bertamu ke tempat Mr. X,"
jelasnya.
"Tidak lama kemudian sekitar Pikul 21.22 Wib saksi melihat seorang
teman Mr. x meloncat dari pagar dan satu orang lagi pergi menaiki motor.
Setelah itu 5 menit kemudian terjadi ledakan yang diduga bersumber dari
kamar Mr. X," ditambahkan Anang.
Menurut Anang, berdasarkan hasil penyisiran dan olah TKP dari gegana
atau jibom didapat hasil barang-barang temuan seperti, 3 granat yakni 1
granat manggis dan 1 granat asap. Satu pucuk Senpi bareta berisi amunisi
17 butir peluru dan 2 pucuk Senpi Enggran masih dalam rangkaian.
Selain itu ditemukan juga peluru berdiameter 9 mm sebanyak 50 butir
dan peluru berniameter 22 mm sebanyak 30 butir, Batre 9 volt sebanyak 5
buah, Swiching dalam rangkaian sebanyak 6 buah.
"Talkit, gambar pejera, laras & magazine (manual ). Black
powder,potasium kl 7 kg & 1 unit detonator elektrik. Kabel serabut
& tunggal serta paralon ukuran 11/4inc sebanyak 6 buah sudah
terisi," jelasnya.



