Bentrok Tawuran Siswa SMK Depok Sampai Tewas
Kekerasan pelajar sekolahan masih terjadi saja, baru-baru ini di ibu kota jakarta seorang pelajar SMK tewas akibat sebuah tawuran. Yang tidak habis pikir mengapa jangan yang seba modern ini calon generasi kita masih mau melakukan tawuran, sungguh ini mencoreng dunia pendidikan khususnya bagi kita semua.
Rabu (12/9/2012) pukul 14.30, permusuhan kedua sekolah ini memakan
korban. Abu alias Dedi Triyuda (17), yang dikenal sebagai siswa
baik-baik, tewas ketika puluhan siswa SMK Pancoran Mas menyerang di
Jalan Raya Sawangan. Ketika itu Abu bersama 11 rekannya dari SMK Baskara
naik truk pengangkut semen.
Penyerangan terhadap siswa SMK Baskara melukai beberapa siswa hingga
kemudian menewaskan Abu. Dia menderita luka karena lemparan batu di
kepala dan luka tusuk di selangkangan. Seorang rekannya berusaha
menyelamatkan Abu dengan mencegat pengendara sepeda motor, lalu meminta
membawa ke dokter atau rumah sakit terdekat. Pukul 15.00, warga
menemukan Abu tewas di Apotek Depok Dua, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru,
Pancoran Mas, Kota Depok.
”Kedua sekolah memang sering tawuran.
Kami sudah sering mendamaikan, menggelar mediasi, dan penyuluhan.
Namun, tetap saja mereka terus tawuran. Peristiwa ini terjadi setelah
dua hari sebelumnya mereka tawuran di Jalan Merpati, Depok,” kata Wakil
Kepala Polsek Pancoran Mas Ajun Komisaris Ibnu Salim, Rabu (12/9/2012)
malam.
Setelah tawuran, polisi mencari saksi dan meminta keterangan mereka.
Di lokasi tawuran di Persimpangan Kodim, Jalan Raya Sawangan, polisi
menemukan besi lengkung seperti celurit sepanjang 50 sentimeter,
semprotan sejenis piloks, dan batu-batu yang diduga dilemparkan saat
tawuran.
”Sampai malam ini ada 25 saksi yang kami periksa, mereka adalah 13
siswa SMK Baskara, 6 siswa SMK Pancoran Mas, sisanya dari warga dan
petugas keamanan yang melihat peristiwa itu. Kami masih mencari barang
bukti yang belum kami dapatkan,” kata Ibnu.
Siswa baik
Abu, siswa kelas II SMK Baskara, dikenal tetangganya sebagai remaja
baik. Suparno, Ketua RW 10 Kelurahan Rangkapan Jaya Baru, Pancoran Mas,
sangat kehilangan Abu. Dia mengenal Abu sebagai siswa baik karena
bertetangga dekat dengannya. Dia mengecam sekolah yang tidak serius
membina siswanya agar tidak terlibat tawuran.
”Peristiwa ini sudah sering terjadi. Kami bosan mendengarnya.
Seharusnya sekolah dapat membina siswanya agar tidak tawuran,” kata
Suparno.
Rabu petang, polisi membawa jenazah Abu ke RS Polri Kramat Jati,
Jakarta Timur. Abu tewas dengan seragam sekolah melekat di tubuhnya.
Tidak jelas siapa yang membawa Abu ke Apotek Depok Dua di Jalan Keadilan
Nomor 41, Rangkapan Jaya Baru, Pancoran Mas, Depok.
”Mayat sampai klinik pukul 15.00. Seseorang turun dari angkot,
membawanya dalam kondisi sudah tidak sadar. Lalu dia bilang ke saya,
’Tolong dibersihin’,” tutur Pandu (23), penjaga Apotek Depok Dua.
Beberapa tahun terakhir, meski siswa dua sekolah sering terlibat
tawuran, tidak pernah ada korban tewas. Penyidik sementara menggunakan
Pasal 170 Kitab Undang-undang Hukum Pidana.
Wakil Kepala Polsek Pancoran Mas Ajun Komisaris Ibnu menilai
peristiwa itu adalah penyerangan, bukan tawuran. Mereka yang terlibat
diancam hukuman 12 tahun penjara.
”Korban memang masih anak-anak. Kami akan mempertimbangkan penggunaan
pasal Undang-Undang Perlindungan Anak,” tutur Ibnu. (Andy Riza Hidayat)
Nah semoga saja dengan kejadian tawuran SMK depok
ini bisa menjadi pelajaran bagi kita serta bagi siswa yang lain, dan
juga bagi kita sebagai orang tua seharusnya kita selalu memantau
putra-putra kita supaya tidak masuk kedalam pergaulan bebas yang
berakibatkan kemajuan seperti hal nya tawuran.



