Antisipasi Bencana, Jepang Manfaatkan Twitter
Bencana Angin Topan Isaac yang akhir-akhir ini melanda Amerika,
membuat pemerintah Jepang mengambil langkah dengan menggunakan sarana
media sosial untuk bersosialisasi. Dalam hal ini mereka menggunakan
Twitter sebagai media resmi peringatan jika sewaktu-waktu terjadi
bencana.
Jepang juga berkaca pada gempa 8,9 skala richter yang berujung
tsunami besar tahun lalu. Karena kejadian ini ratusan bangunan hancur,
mengakibatkan pemadaman listrik dan memutus saluran komunikasi telepon.
Karena hal tersebut, mereka memutuskan untuk menggunakan media sosial
sebagai penanggulangan jika kejadian serupa terjadi di masa depan.
Seperti dikutip dari Mashable (29/9) Jepang kini sedang
mempertimbangkan standarisasi penggunaan Twitter untuk komunikasi
darurat. Menurut kepala proyek Twitter ini, James Kondo, dirinya
berharap melalui sarana ini, pemerintah dan masyarakat Jepang masih
tetap bisa berkomunikasi melalui jaringan internet.
Proyek ini sendiri sudah berjalan sejak beberapa pekan lalu. Meski
belum terjadi bencana, dalam Tweet akun Twitter resmi Jepang ini sering
memberi beberapa tips yang bisa dilakukan pada saat terjadi bencana
kepada setiap followernya.
"Jika terjadi keadaan darurat atau bencana, silahkan tambahkan
#survived ke tweet Anda. Ini akan membantu ketika keluarga dan
teman-teman yang khawatir tentang Anda mencari dan mempertanyakan
kondisi Anda, "kata salah satu sumber proyek ini.
Akun resmi Twitter jepang ini bisa diakses dengan alamat
@Tokyo_Fire_D di Twitter. Menurut Jepang, gagasan ini sangat efektif.
Disaat nomor darurat 119 atau 911 hanya direspon petugas, dengan
Twitter, pesan yang Anda kirim bisa segera direspon oleh siapa saja,
sesama pengguna Twitter. Dan yang pasti, penggunaan media ini tak
selalu bergantung pada pemadaman listrik, sepertihalnya pada telepon dan
media elektronik lainnya.


