PREDIKSI RAMALAN BENCANA ALAM 2012 TERBARU
Ramalan Fenomena Alam Bencana Dahsyat 2012. Di tahun 2012,
Kantor Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana
mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap ancaman bencana yang
masih mengintai. Info Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan
Bencana Andi Arief, bangsa Indonesia harus mempersiapkan mitigasi
bencana secara benar dan baik. Lihat FOTO BAYI BEYONCE & JAY-Z 2012 Nama Bayi Perempuan Beyonce dan Hasil Akhir MU Vs Manchester City 3-2 Piala FA Cup 2012 Skor Pertandingan Update.
Tahun ini, menurutnya, ada sembilan fenomena alam
yang berpotensi menimbulkan bencana. “Rakyat Indonesia harus mewaspadi
hal itu,” ujarnya. Berikut ini kesembilan potensi bencana versi Andi
Arief.
Pertama, ancaman dari gempa-tsunami Mentawai (Siberut) 8,9 skala
Richter. Gempa ini dinilai dapat mengancam satu juta lebih penduduk di
Padang, Pariaman, Painan, dan wilayah lain di Sumatera Barat serta
Bengkulu, khususnya di sepanjang pesisir barat.
Kedua, adanya potensi gempa di Selat Sunda, Selatan Jawa Barat, serta gempa di sesar Cimandiri, sesar Lembang Jawa Barat dan Bali.
Selain itu, potensi ancaman gempa di jalur patahan aktif besar seperti
di Patahan Palukoro-Matano di Sulawesi, Patahan Sorong, dan
Tarerua-Aiduna di Irian. http://besteasyseo.blogspot.com/
Ketiga, aktivitas gunung-gunung berapi. Aktivitas ini dampak dari gempa
Aceh 2004 dan Gempa Sendai, Jepang 2011. Setelah letusan besar Merapi
2010, sekarang dihadapkan dengan letusan khususnya Gunung Gamalama dan
aktivitas Krakatau serta 23 gunung lain yang berstatus Waspada dan
Siaga.
Keempat, adanya bahaya sekunder gunung api terutama di sekitar aliran
sungai paska letusan Merapi 2010. Potensi banjir longsoran material
erupsi Merapi mencapai 120 juta kubik.
Kelima, potensi gempa dari patahan besar Sumatera yang sudah cukup
banyak diteliti. Selain itu gunung api lainpun ada yang bisa menjadi
kejutan bencana terutama karena pengetahuan dan database kegempaan
gunung api di Indonesia masih minim. Untuk Patahan Sumatera, segmen yang
sudah lama bertapa termasuk di wilayah Aceh, Toba, Pasaman, Bukit
Tinggi ke Utara, Dempo, dan Teluk Semangko, serta Selat Sunda.
Keenam, bencana lumpur Porong Sidoarjo yang masih belum selesai. Serta
belum adanya kepastian penghitungan volume sumber lumpur yang masih
terus keluar dari dalam bumi.
Ketujuh, ancaman banjir di mana-mana. Khususnya kota-kota besar seperti
Jakarta dengan intensitas sama seperti yang terjadi tahun 2002 dan 2007
dan Semarang. Untuk di daerah-daerah, terutama di lereng-lereng bukit
juga sering disertai dengan longsor atau banjir bandang.
Kedelapan, iklim yang sepertinya menjadi kian tidak menentu dan ekstrem
yang juga bisa menyebabkan bencana, termasuk ancaman berbagai wabah
penyakit. Selain itu adanya ancaman terhadap sistem ketahanan pangan dan
energi.
Sembilan, meningkatnya frekuensi kejadian topan-badai di laut, gelombang
tinggi serta munculnya fenomena angin puting beliung akibat depresi
lokal.
Sembilan fenomena alam ini merupakan hasil diskusi dan koordinasi yang
dilakukan oleh Kantor SKP BSB selama tahun 2011, baik yang
diselenggarakan di Istana, Geotek LIPI, GREAT ITB, dan
lain-lain.gatra.com


