Berita Terbaru :
|

Bagikan Berita
Saham asia menguat


Saham-saham di bursa Asia naik tipis pada Jumat, 15 Juni 2012, karena investor masih gugup untuk mengambil sikap usai rencana koordinasi bank sentral negara maju untuk menstabilkan pasar jika pemilu Yunani pada Minggu 17 Juni 2012 memicu kekacauan.

Pasar global rentan pekan ini di tengah ketidakpastian hasil jajak pendapat yang bisa mengatur Yunani keluar dari zona euro dan meningkatkan kemungkinan menularnya pelemahan ekonomi di zona itu.
"Ekspektasi stimulus dari bank sentral negara maju akan memberikan beberapa perkembangan. Namun, investor akan tetap menunggu hasil pemilu Yunani sebelum mengambil posisi yang jelas," ujar analis di Hana Daetoo Securities, Seoul, Lee Young-gon, seperti dikutip dari Reuters.
Indeks MSCI Asia Pasifik kecuali Jepang merangkak naik 0,2 persen. Sementara itu, indeks Nikkei di bursa Jepang rata-rata naik 0,5 persen.
Pejabat dari G-20 mengatakan kepada Reuters, jika diperlukan, bank sentral siap mengambil langkah stabilisasi pasar, dengan menyediakan likuiditas dan mencegah tekanan kredit setelah pemilu Yunani Minggu ini. Pertemuan pemimpin negara G-20 sendiri akan dilakukan di Meksiko pekan depan.
Berita itu juga mendorong saham Amerika ditutup naik sekitar 1 persen pada Kamis. Sementara itu, mata uang tunggal euro stabil sekitar US$1,2620 pada Jumat, setelah menguat hingga US$1,2635 pada sesi sebelumnya.
Di bursa domestik, minimnya sentimen positif di pasar global juga diperkirakan membuat sebagian investor mengurangi aksi beli di pasar saham.

Meski indeks harga saham gabungan (IHSG) kemarin turun cukup dalam, investor diprediksi tidak banyak memanfaatkan peluang untuk mengoleksi saham-saham yang sudah murah.

"Penurunan indeks kemarin didorong oleh beberapa sentimen negatif antara lain penjualan ritel AS yang turun dan kekhawatiran krisis utang Eropa yang meningkat," kata analis PT Panin Sekuritas Tbk, Purwoko Sartono, dalam
risetnya di Jakarta, Jumat 15 Juni 2012.

Data penjualan ritel AS selama Mei yang turun 0,2 persen menunjukkan terbatasnya lapangan pekerjaan, sehingga mengurangi daya beli masyarakat. Selain itu, dia melanjutkan, imbal hasil (yield) surat utang Jerman dan Italia meningkat.

Tidak hanya itu, langkah Moody's menurunkan peringkat utang Spanyol sebanyak tiga tingkat dari A3 menjadi Baa3 seiring dengan meningkatnya beban utang, pelemahan ekonomi, dan keterbatasan akses ke pasar modal, ikut
menjadi katalis negatif bagi bursa regional.

Sentimen negatif dari Eropa dan AS diperkirakan terus membuat nilai transaksi di Bursa Efek Indonesia turun, karena pasar cenderung wait and see. Pelaku pasar masih akan cenderung mencermati kepastian langkah konkret dalam menangani krisis utang Eropa.

"Untuk hari ini, kami perkirakan IHSG melemah terbatas," ujarnya.

Meski demikian, beberapa saham unggulan sudah mulai memasuki area jenuh jual (oversold). Indeks diperkirakan bergerak pada kisaran support 3.760 dan resistance 3.820


Baca Juga :


Posted by Depok Online news on 19.11. Filed under , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response
comments powered by Disqus

Komentar Baru

Update Terbaru