Konflik PD & Kegagalan SBY Pengaruhi Popularitas Ani
JAKARTA - Partai Demokrat (PD) tak henti-hentinya diterpa masalah dalam enam bulan terakhir. Ini sangat mempengaruhi popularitas Ani Yudhoyono sebagai salah satu kandidat calon presiden pada Pemilu 2014. Terlebih jika Presiden SBY gagal memimpin hingga masa jabatannya berakhir.
"Tentu kemungkinan penurunan popularitas Ibu Ani satu paket dengan Demokrat dan SBY jika mengalami kegagalan. Tidak hanya Ani, figur lain yang diberikan peluang untuk maju juga akan berpengaruh," kata Pengamat Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidaytullah", Minggu (17/6/2012).
Sebenarnya, kata dia, tidak terlalu mengherankan jika popularitas Ani jauh di bawah Ketua Umum PDIP, Megawati Sukarnoputri. Popularitas Ani muncul hanya karena bayang-bayang sang suami, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Sehingga kesungguhan Ani untuk jadi pemimpin juga belum terlihat jelas.
Direktur Eksekutif The Political Literacy Institute ini mengingatkan, pada titik tertentu marketing politik bisa saja tidak berjalan maksimal, jika para pemilih mengalami titik jenuh.
"Contoh, Megawati dua kali kalah pada Pilpres ini membuat pemilih sudah enggan untuk mendukungnya jadi presiden. Hal itu juga bisa dialami Ani, karena mungkin banyak pemilih yang melihat kinerja SBY yang dianggap gagal sehingga tidak akan memilih Ani pada 2014," terangnya.
Berbeda dengan sosok Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, yang sebelumnya maju sebagai kandidat calon wakil presiden dan sekarang maju sebagai capres. Diakuinya, ini memperlihatkan adanya sosok potensial yang mungkin bisa memenuhi keinginan rakyat.
"Ada harapan publik di tengah stagnasi atau kebosanan, maka capres daur ulang atau ada figur baru yang potensial muncul untuk memenuhi harapan publik yang besar," tutupnya.
Survei yang digelar Lembaga Survei Indonesia (LSI) menunjukkan popularitas Ani Yudhoyono berada di juru kunci. Dari 1.200 responden hanya 6,5 persen yang melirik Ani sebagai presiden.
Angka tersebut jauh bila dibandingkan dengan Megawati yang memperoleh dukungan sekira 18,3 persen respoden, diikuti Prabowo sebanyak 18 persen dan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie 17,5 persen.
Lebih menyedihkan lagi jika melihat popularitas Ani dalam survei yang dilakukan Soegeng Sarjadi Sydicate pada 14 hingga 24 Mei lalu. Dari 2192 responden, hanya 1,8 persen. Di atas Ani ada nama Prabowo, Mega, Jusuf Kalla, Aburizal Bakrie, Surya Paloh, Wiranto, Sultan HB X, Hatta Rajasa, Sri Mulyani dan Hidayat Nur Wahid.



