China Berhemat lantaran Tas Plastik
Makin banyak konsumen China mulai menggunakan tas berbahan kain yang dapat didaur ulang.
Masih menurut NDRC, larangan itu juga mereduksi konsumsi 800.000 ton plastik. Selama empat tahun, ungkap Wakil Ketua Departemen Penghematan Energi dan Perlindungan Energi yang menjadi bagian NDRC Li Jing, ada pengurangan penggunaan sebanyak 24 juta tas plastik.
China melarang penawaran tas plastik gratis di semua supermarket, mal, dan toko-toko grosir sejak 1 Juni 2008. Sementara, China hanya mengizinkan produksi plastik lebih tipis ketimbang 0,025 milimeter pada waktu bersamaan.
Gara-gara kebijakan itu, terang Li Jing, penggunaan tas plastik susut hingga dua pertiga di mal dan supermarket. Makin banyak konsumen mulai menggunakan tas berbahan kain yang dapat didaur ulang.
China masih harus menghadapi tantangan besarnya penggunaan tas plastik di produk-produk pertanian. "Kami masih tetap membenahi peraturan-peraturan soal penghematan ini," demikian Li Jing.



