Arab Saudi: Nuklir Iran Ancam Negara Teluk
RIYADH - Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Saud al Faisal mengatakan, program nuklir Iran meningkatkan ancaman bagi sejumlah negara Teluk. Arab Saudi turut meminta Iran agar bekerja sama untuk mengurangi ketegangan di dunia ini.Beberapa negara Barat dan Teluk mengklaim, program nuklir Iran adalah kamuflase dari program pembangunan senjata pemusnah massal. Namun Iran selalu menepis klaim itu.
"Program nuklir Iran pasti akan meningkatkan ancaman di Timur Tengah. Ini sangat berbahaya," ujar Pangeran Saud, seperti dikutip Al Bawaba, Rabu (6/6/2012).
"Kami berharap agar Iran mengubah kebijakannya untuk melindungi Timur Tengah yang juga merupakan wilayahnya. Saya tidak bisa membayangkan, bagaimana jika Iran menjadi alasan dari kehancuran wilayah Timur Tengah," imbuhnya.
Pangeran Arab Saudi itu mendesak Negeri Persia agar bekerja sama dengan organisasi internasional. Saud pun berharap, Iran akan menghentikan program nuklirnya dan bisa menenangkan negara-negara di sekitarnya.
Bersamaan dengan itu, Saud turut melontarkan kembali kritiknya terakit klaim yang dilakukan Iran terhadap tiga pulau yang juga diklaim oleh Uni Emirat Arab. Namun Saud terlihat membela Uni Emirat Arab yang juga merupakan negara Teluk.
"Ada krisis besar yang muncul saat ini di Teluk, krisis itu disebabkan oleh pendudukan Iran di salah satu pulau milik Uni Emirat Arab. Itu merupakan ancaman," tegasnya.
Ketegangan antara Iran dan Uni Emirat Arab semakin memanas, terutama setelah Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad. Dan pada pekan lalu, pejabat pasukan Garda Revolusi Iran berkunjung ke pulau tersebut.



